Istana di Atas Awan
Ki Udin malah suruh prajurit antar batu bata naik tangga ke langit
- Ditonton
- 19.659
- Suka
- 475

Naskah Voice-Over
- SHOT 1Wide — balairung istana, cahaya emas dari jendela tinggi.
Pagi itu Sultan Prabu punya keinginan baru. Bukan taman, bukan menara. Ia ingin istana — di atas awan.
Sultan Prabu: “Bangunkan aku istana ing dhuwur mega, Udin. Sesuk kudu wis dadi!”
- SHOT 2Medium — Ki Udin menimbang tangga bambu di tangan.
Semua orang menunduk. Hanya Ki Udin yang mengangguk santai, lalu pergi membawa satu tangga bambu.
Ki Udin: “Sendika dhawuh, Gusti. Nanging kula butuh siji perkara.”
- SHOT 3Close-up — tangan Ki Udin menyerahkan gulungan daftar bahan.
Esoknya ia datang membawa daftar: seribu tukang, seribu pikul kayu, dan satu hal kecil yang bikin balairung senyap.
Ki Udin: “Kirimna kabeh bahan iku… menyang awan, Gusti. Kula tunggu ing kana.”
- SHOT 4Wide — Sultan tergelak, mahkota hampir jatuh; rakyat ikut tertawa.
Sultan diam sebentar. Lalu tawanya meledak paling keras di antara semua orang. Istana di awan tak pernah dibangun — tapi tawanya dibangun hari itu.
Sultan Prabu: “Cukup, Udin! Cukup! Aku sing kalah.”
Perintah mustahil dijawab dengan syarat yang lebih mustahil.